Pages

Showing posts with label liputan. Show all posts
Showing posts with label liputan. Show all posts

16 July 2022

Pasar Daring Berkembang, Koperasi Ingin Terus Berdayakan Pedagang

Sejumlah pesanan komsumen Pasar Cikurubuk Online dikemas sebelum dikirimkan.



Muncul sebagai solusi belanja saat kondisi pandemi Covid-19, Pasar Cikurubuk Online (PCO) kini makin diminati. Peminatnya tak hanya lokal Tasikmalaya, tapi juga dari berbagai wilayah Priangan Timur, bahkan daerah lainnya di Indonesia.

PCO, yang hadir sejak April 2020, diinisiasi Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, bekerja sama dengan komunitas pedagang. Semula layanan pasar daring ini dikelola Himpunan Pedagang Pasar Kota Tasikmalaya (Hippatas). Lantaran Hippatas merupakan organisasi nonprofit, dibentuklah Koperasi Pemasaran Pedagang Pasar Cikurubuk (KPPPC), yang kemudian berperan mengelola PCO.

Ketua Hippatas, Jahid, mengatakan, PCO kini merupakan salah satu unit usaha yang berada di bawah KPPPC. Keberadaan layanan pasar daring ini, kata dia, bukanlah untuk menjadi pesaing usaha para pedagang di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya. PCO hadir untuk memfasilitasi para pedagang agar dapat memperluas pemasaran barang dagangannya. Produk yang ditawarkan PCO lewat akun lokapasar Tokopedia dan Shopee diambil langsung dari para pedagang di Pasar Cikurubuk, khususnya yang merupakan anggota KPPPC.

Menurut Jahid, sejauh ini baru ada sekitar 25 pedagang yang tergabung secara resmi sebagai anggota KPPPC. Jumlahnya disebut masih jauh dari harapan. Jahid berharap keuntungan menjadi anggota koperasi dapat meningkatkan minat pedagang. Bagi pedagang yang merupakan anggota KPPPC, kata dia, produknya diprioritaskan untuk ditawarkan atau dijual via PCO.

Selain itu, pedagang yang menjadi anggota koperasi juga bisa memperoleh bantuan, serta mendapat bagian dari sisa hasil usaha (SHU) koperasi. “Kami bertahap meningkatkan anggotanya. Harapan kami mah semua pedagang di Pasar Cikurubuk bisa menjadi anggota. Kami memang sengaja menggarap ini dengan konsep koperasi karena tujuannya untuk memajukan para anggotanya,” ujar Jahid kepada Republika, Kamis (14/7).

Potensi memperluas pasar

PCO hadir menjawab kendala belanja saat pembatasan aktivitas diberlakukan pemerintah akibat kondisi pandemi Covid-19, khususnya di Kota Tasikmalaya. Seiring operasionalnya, konsumen yang memanfaatkan layanan PCO kian bertambah dan bukan hanya berasal dari wilayah Tasikmalaya. “Alhamdulillah, perkembangannya cukup signifikan. Saat ini PCO tidak hanya dikenal secara lokal Tasikmalaya atau Priangan Timur, tapi juga banyak konsumen dari seluruh Indonesia,” kata Jahid.

Kepada Republika, Jahid menunjukkan bukti pesanan dari konsumen asal Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, juga Sulawesi. Berdasarkan data dari BI Tasikmalaya, 51 persen tujuan pengiriman produk dari PCO justru ke luar wilayah Priangan Timur. Sekitar 49 persen masih di dalam wilayah Priangan Timur. Jahid menilai, harga produk yang ditawarkan di PCO terbilang kompetitif. Adanya promo pembelian produk lewat lokapasar dinilai menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen dari daerah lain. “Biasanya dari luar itu pesan paket kering, seperti sembako,” ujar dia.

Petugas administrasi PCO, Rudi Arif Rahman, menjelaskan, PCO tak hanya menawarkan produk kering. Ada juga berbagai produk lainnya, seperti daging, cabai, bawang, serta bermacam sayuran. Namun, untuk produk-produk basah ini layanannya masih terbatas untuk konsumen yang berada di sekitar wilayah Tasikmalaya dan pengirimannya dilakukan pada hari masuknya pesanan. “Soalnya riskan kalau ke luar kota,” ujar dia.

PCO dioperasikan selama 24 jam. Namun, untuk pengiriman pada hari yang sama hanya berlaku untuk pemesanan yang masuk pada sekitar pukul 07.00 WIB-13.00 WIB. Apabila order masuk lebih dari pukul 13.00 WIB, pengiriman akan dilakukan keesokan harinya. Arif menjelaskan, setiap ada order masuk, petugas akan langsung mencari produk yang dipesan di lapak-lapak para pedagang. Produk yang dipilih diprioritaskan dari para anggota koperasi. Setelah itu, barang akan dikemas untuk dikirimkan langsung kepada pemesan.

Menurut Arif, pesanan yang masuk ke PCO masih didominasi makanan kering. Untuk produk sayuran dan daging disebut masih jarang. Ia menduga masih banyak warga Kota Tasikmalaya yang belum mengetahui layanan PCO, sehingga pemesanan dari dalam kota masih relatif sedikit. “Padahal kan belinya enakan daring, tidak perlu becek-becekan ke pasar. Ini harus dikembangkan lagi promosinya,” kata dia.

Omzet meningkat

Berdasarkan data yang diterima Republika, selama operasional PCO pada 2020, diterima 1.141 pesanan, dengan omzet mencapai sekitar Rp 186 juta. Angkanya meningkat pada 2021, di mana masuk 5.326 pesanan, dengan omzet disebut mencapai sekitar Rp 398 juta. Sementara pada 2022, sampai Mei, terdata 3.404 pesanan, dengan omzet mencapai sekitar Rp 220 juta.

Jahid mengatakan, saat ini omzet PCO per bulannya rata-rata mencapai Rp 60 juta. Menurut dia, angkanya masih terbilang jauh dibandingkan omzet total penjualan secara luring para pedagang di Pasar Cikurubuk. Ia mengatakan, pesanan produk lewat PCO selama ini masih banyak berupa ritel atau eceran. Koperasi berupaya mencari cara untuk dapat meningkatkan penjualan. Salah satunya dengan menjajaki pola penjualan business to business. “Ini kami sedang garap. Jadi, penjualannya bisa dalam partai besar, bukan ritel lagi,” kata dia.

Promosi layanan PCO pun diharapkan bisa digencarkan. Untuk itu, Jahid pun meminta dukungan dari Pemkot Tasikmalaya. Selain membantu promosi, diharapkan pemkot dapat mendorong para aparatur sipil negara (ASN) berbelanja melalui PCO. “Itu //kan// bagus, bisa meningkatkan omzet PCO,” ujar Jahid.

12 April 2020

Menikmati Panorama Memikat Talaga Bodas


Udara dingin ala daerah dataran tinggi terasa menembus ke badan. Tiga lapis pakaian belum cukup untuk menghalau dinginnya suhu di kawasan itu. Namun, beberapa orang yang terlihat tetap semangat berswafoto dengan latar putihnya air kawah Taman Wisata Alam (TWA) Talaga Bodas di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Rabu awal Februari lalu.

07 July 2019

Mengenang Sutopo dan Sistem Kebencanaan di Negeri Ini

Tulisan ini, saya muat ulang untuk mengantar Sutopo Purwo Nugroho ke alamnya yang baru. Saya menulis ini sekitar awal Agustus 2016. Momen itu, kalau tak salah, menjadi kali pertama saya menuliskan sosok untuk sebuah media arus utama.

Tulisan mengenai sosok ini terbit di Harian Nasional edisi 6-7 Agustus 2016. Format tulisannya tanya-jawab. Saya bertanya satu menit, Sutopo menjawab 30 menit.

Sehabis mewawancari di siang itu, saya ditawari beberapa kaos dan buku terkait kebencanaan. Saya mau ambil bukunya, tapi tak jadi. Entah saat itu alasannya apa.

Silakan mengenang kembali sosok humas terbaik pernah saya kenal.

24 December 2017

Semalam Suntuk Berdansa di Panggung DWP

Atraksi Steve Aoki di panggung Garuda Land, DWP 2017.
Jika pada malam pertama nama-nama DJ beken seperti Marshmello, Flume, Zatox, David Gravell, hingga Tiesto, tampil memukau di paggung Garuda Land, Cosmic Station, dan Neon Jungle, Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017, malam kedua DWP panggung Cosmic Station diubah menjadi Live Etc dan Neon Junggle menjadi Elrow Psichedelic Trip. Sementara panggung utama Garuda Land tetap berdiri kokoh di luar ruangan untuk tampilnya nama-nama besar seperti King Chain, W.W, DVBBS, Galantis, Steve Aoki, hingga Hardwel.

20 April 2016

Perwakilan Penambak Udang Datangi Komnas HAM



Perwakilan penambak udang Desa Bratasena Mandiri dan Adiwarna, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (18/4). Para penambak ini mengaku telah diperlakukan tidak adil dalam kemitraan bersama PT Central Pertiwi Bahari (CPB).

05 January 2015

Membaca Realitas Lewat Jalanan

Foto: Dok. Kaphac 32
SUASANA muram. Puluhan lampu 60 watt menyinari foto-foto yang tergantung rapi pada benang pancing dalam sebuah ruangan lembab. Atap plafon yang bolong sesekali membuat ruang pameran becek ketika hujan, semakin menambah dimensi kemuramam yang sudah tercipta. Sepetik kata-kata pada prolog yang ditulis oleh kurator pameran, Arbain Rambey, masih berputar-putar di kepala saya, ”...Inilah Jakarta, inilah Indonesia akhir-akhir ini.

Adalah Ruang IV-6, ruang yang biasa digunakan untuk beristirahatnya mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta saat menunggu jam kuliah, yang diubah menjadi galeri pameran oleh Kampus Tercinta Photography Club (Kaphac) 32 dari 11-15 November lalu. Sebanyak 133 foto bertema “Jalanan” dipamerkan oleh 44 pameris, yang seluruhnya merupakan mahasiswa IISIP.

01 January 2015

Selayang Pandang Heterogenerasi

semoga berkah
Semoga Berkah on stage (Dok. Kremmasi).
Euforia Natal belum selesai. Masih banyak pohon cerama berhias lampu-lampu yang menyala mesra. Belum lagi, hujan di bulan Desemeber yang semakin syahdu. Jumat ini adalah Jumat yang sempurna. Sempuna untuk tidur berdekap selimut dalam kamar yang hangat.

Matahari sudah tenggelam. Hujan belum kelar. Saya memandang layar ponsel menunggu kabar.

05 April 2014

Dari Teras Kita untuk Pemilih Muda

Kredit ilustari: Remotivi

Jurnalis dianggap sebagai nabi. Ia menyampaikan kebenarannya melalui media massa. Media massa adalah agama. Peran jurnalisme yang seperti itu, dahulu pernah dibahas dalam diskusi di Jakartabeat (Jurnalis Belum Mati: Tanggapan Untuk Esai Kompas Minggu Edy Effendi dan Jurnalis Belum Mati: Sebuah Kritik).

Di tengah partai politik yang sedang giat-giatnya berkampanye, kenetralan media massa, terutama televisi dan radio, kembali dipertanyakan. Kepada siapa media massa berpihak? Roy Thaniago mengungkapkan bahwa frekuensi, yang digunakan oleh televisi dan radio, itu milik publik. “Koran boleh partisan, koran bertanggung jawab pada hutan yang pohonnya harus menjadi kertas. Namun televisi dan radio menggunakan frekuensi yang dimiliki publik,” ucap Roy.

01 April 2014

Janji Datangnya Kereta Kencana

Foto: Hana Sola Gracia

Bunyi selo dan piano mengisi ruangan yang gelap. Cukup lama hingga akhirnya lampu panggung perlahan menyala.

Dengan lilin yang masih menyala, orang tua itu (Indrasitas) memasuki ruang tamu –yang sekaligus menjadi ruang keluarganya. Umurnya, semenjak dua hari yang lalu, telah memasuki dua abad. Rambutnya putih, kumis dan janggutnya jua, menutupi seperempat wajahnya.

23 December 2013

Kisah Perkelahian dari Pojok Pos Bawah

 
Dok. Rahasia

Suara adzan Zuhur baru saja berkumandang. Langit yang mulai menghitam tak kunjung mengeluarkan hujan. Siang itu (23/12) di pos keamanan, tempat paling bawah di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, seorang petugas keamanan sedang berjaga melihat puluhan motor yang terparkir ditemani kopi mendidih di gelas plastik.

10 December 2013

Yang Tak Sempat Terbit


Siang itu (12/10), jalan TB Simatupang cenderung lancar. Danuri terlihat sedang mengumpulkan botol-botol bekas yang berserakan di pinggir jalan. Tak ada orang yang mengira bahwa ia adalah salah satu artist yang ikut meramaikan perhelatan Jakarta Biennale 2013.

14 November 2013

Disini Kita Berjumpa, Bukan di Kampus Tercinta

Kredit foto: Bewok Buletin Berisik

Suasana kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta menjadi lebih cepat sepi. Tak seperti biasa, para keamanan kampus tidak harus memaksa para mahasiswa keluar agar kampus sepi. Sepertinya, mahasiswa yang biasanya diusir paksa, malam itu dengan sukarela meninggalkan kampus menuju tempat di mana semua akan berjumpa.

27 June 2013

BEM Vakum, Biaya Kuliah Tidak Turun


Jakarta, 12 Juni 2013
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta sempat vakum periode 2011/2012. Namun, biaya kemahasiswaan untuk anggaran BEM tidak mengalami penurunan. Hal tersebut membuat sebagian mahasiswa mempertanyakan kemana uang mereka dianggarkan.

25 May 2013

Laku Budi Suluh Nagari dalam Kemasan Metropolitan

Foto: Dokumentasi Wayang Beber Metropolitan

Siang itu, matahari di Jakarta sedang seperti biasa panasnya. Suasana Kota Tua cukup ramai oleh para pengunjung. Pertunjukan Wayang Beber Metropolitan dijadwalkan pukul 10.00 WIB dan pengunjung Museum Wayang satu per satu menghampiri keramaian musik yang mengiringi jalannya pertunjukkan.

03 March 2013

RahwanaSinta: Antitesis Kemutlakan Ramayana


Foto: Gilang Ramadhan

Ken Zuraida Project dari Bengkel Teater Rendra menampilkan lakon RahwanaSinta di Bentara Budaya Jakarta (BBJ) pada tanggal 24 dab 25 November 2012. Dalam lakon tersebut, Ocky Sendilemon, sebagai sutradara, mencoba menafsirkan mitos Ramayana dari sudut pandang berbeda, dalam lakon RahwanaSinta.

08 February 2013

Mati Suri di Jakarta




Apakah kamu pernah bermimpi tentang mati? Mati tenang di padang rumput. Dimakan belalang dan dihirup langit. Debu dari abu tanahmu menjadi satu dengan tanah. Apakah kamu pernah merasakan mati? Aku sedang mengalaminya.

Seperti itu monolog yang dibawakan oleh Desi, seorang biasa yang meninggi derajatnya setelah dipaksa oleh ibunya untuk menjadi simpanan seorang pengusaha kaya, James. Desi yang tidak tahan hidup sebagai gundik akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan James dan menikah dengan Sam, seorang lelaki yang telah memiliki istri.

Naas, Sam tak pernah pernah mencintai Desi seutuhnya. Kehidupan Desi bersama Sam jauh lebih mengenaskan daripada saat masih bersama James. Setiap pulang ke rumah ibunya, wajah Desi selalu terlihat memar. Namun Desi tetap mengatakan seribu alasan kepada ibunya untuk menutupi perlakuan kasar Sam. Karena Desi mecintai Sam, dengan segala kekurangannya.

Sam yang memang tak pernah mencintai Desi semakin menjadi-jadi. Ia hanya ingin mendapatkan harta milik Desi, yang diwariskan dari James, mantan suaminya. Diam-diam, Sam bersama istri pertamanya merencanakan sebuah pembunuhan untuk Desi. Sam rela menyewa jasa seorang pembunuh bayaran dengan biaya mahal untuk menghabisi nyawa Desi.

Ketika Sam dan Desi sedang berjalan bersama di pasar malam, suasana tiba-tiba menjadi kacau, dan Desi pun terpisah dari Sam. Desi yang sedang sendirian dan kebingungan terus berteriak saat pembunuh itu datang. Tiba saatnya untuk pembunuh bayaran itu malaksanakan tugasnya. Ia membunuh Desi dengan sebuah pusau panjang yang dicabut dari sela pinggangnya. Dalam kematiannya itu, arwah Desi bermonolog ria tentang kehidupan, yang tak pernah mendapatkan cinta dan kebahagiaan, dan tentang kematian. Dan, sebagai perempuan yang menjadi korban, Desi dan Nyai Dasima senang untuk menyambut kematian, karena menurutnya mati itu lebih menyenangkan daripada hidup dengan keadaan tak memiliki hati nurani.

Menurut Ari “Harjay” Wibowo, sutradara pementasan Teater Pagupon yang berjudul Mati Suri di Jakarta, kisah ini merupakan reailta yang terjadi saat ini, khususnya di Jakarta, di mana hati nurani telah mati. Serorang suami yang tega menyuruh pembunuh bayaran untuk “membunuh” istrinya sendiri untuk mendapatkan harta kekayaan, merupakan hal yang biasa terjadi di Jakarta.

Lakon Mati Suri di Jakarta merupakan adaptasi dari karya sastra karangan G Francis, Nyai Dasima, yang menceritakan tentang seorang gadis desa yang dipaksa oleh orang tuanya untuk menjadi gundik seorang pria berkebangsaan Inggris. Hal itu dilakukan oleh orang tua Nyai Dasima untuk meningkatkan derajat keluarganya. Pementasan Mati Suri di Jakarta merupakan sindiran-sindiran terhadap keadaan yang memaksa untuk mematikan hati nurani masyarakat.

Sebagai sutradara, Harjay hanya berharap agar penonton dapat terhibur oleh pemantasan Mati Suri di Jakarta. Karena menurutnya, teater itu haruslah merupakan hiburan. Perihal ada pesan yang ingin disampaikan oleh pementasan tersebut, itu diserahkan kembali kepada masing-masing penonton untuk bebas menginterpretasikannya.

19 December 2012

Separator Busway Semakin Tinggi



Jakarta Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang jalan raya Warung Buncit – Mampang, Jakarta, Jumat (5/12). Di koridor Mampang-Warung Buncit, separator busway ditinggikan hingga 30 – 40 centimeter menggantikan separator lama yang hanya setinggi kurang dari 20 centimeter.

Pembenahan sarana dan prasarana Transjakarta terus dilakukan pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta. Proyek ini semata-mata untuk mengajak masyarakat mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan beralih menggunakan jasa angkutan umum.

Selain untuk mengajak menggunakan moda angkutan umum, pemerintah juga ingin meminimalisir angka kecelakaan yang sering terjadi di daerah tersebut.

“Bermanfaat banget. Terutama masalah jalan dipagerin, bagus banget karena beberapa kali ada kecelakaan karena menyebrang sembarangan,” tutur Ridwan, warga Mampang yang setiap hari melewati jalur itu.


02 July 2012

Opini Mahasiswa Mengenai Pancasila


Menurut gue Pancasila itu adalah filosofi bagikehidupan bangsa, negara, peraturan, dan segala perilaku rakyatnya. karena disini, pancasila menjamin tentang keadilan bagi seluruh warga negaranya sebagaimana tertera dalam sila ke-5. sehingga pancasila harus dipertahankan untuk menjadikan Indonesia ini bangsa yang utuh dan makmur,Floria Zulvi, Jurnalistik 2011, IISIP Jakarta

Rangkuman berbagai ideologi yang seharusnya dijalani oleh bangsa Indonesia supaya hidupnya aman, tentram, dan bahagia,Sherly Peniman, Jurnalistik 2011, IISIP Jakarta

Pancasila itu asas negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang sudah terkandung sebelumnya. Bisa ditinjau dari sila satu sampai lima, yang isinya sudah jelas terlaksana sebelum Pancasila sendiri dibentuk dan disahkan oleh BPUPKI. Banyak warga berpendapat bahwasannya pancasila itu adalah ideologi bangsa Indonesia. Pancasila itu bukanlah ideologi melainkan nilai-nilai yang sudah terkandung dan tadi gue jabarkan. Memang sangatlah berkaitan antara ideologi dan pancasila itu sendiri. Karena ideologi merupakan olahan dan hasil pemikiran dari manusia. Sedangkan pancasila itu bukanlah saja olahan dan hasil pemikiran manusia. Dan pancasila sekarang sebenarnya sudah kurang tercermin di masyarakat pada umumnya karena di dalam sila-sila yang tersusun kurang begitu dipahami oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Indonesia zaman dahulu menganut paham pancasilais. Indonesia sekarang menganut paham pluralisme. Bisa dibuktikan dari sila satu,Khalied Malvino, Jurnalistik 2011, IISIP Jakarta

Opini gue Pancasila ya lambang ideologi tentang kemerdekaan Indonesia dan dibuatlah Pancasila agar rakyat Indonesia mengenang para pahlawan Indonesia yang berjuang memperebutkan kemerdekaan dari bangsa penjajah,Djodi Setiawan, Hubungan Masyarakat 2011, IISIP Jakarta

Pancasila adalah salah satu dasar negara untuk mencapai kemakmuran bagi penduduk Indonesia maupun bangsa lain agar tidak ada lagi perpecahan atau perselisihan,Andri Pirdaus, Manajemen Komunikasi 2011, IISIP Jakarta

Pancasila adalah dasar negara atau ideologi yang bertujuan sebagai pandanagan setiap bangsa Indonesia Dan pemersatu bangsa dan negara Indonesia,” Angga Prasetyo, Hubungan Masyarakat 2011, IISIP Jakarta

Pancasila merupakan ideologi suatu negara khususnya Indonesia. Pancasila sebagai ideologi dijadikan sebagai dasar bagi seluruh warga negara Indonesia. Jadi, diharapkan pada kenyataannya Pancasila itu bisa dterapkan secara benar dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,Santi Putri Fitriyani, Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2010, UGM

Pancasila adalah landasan negara, sama seperti Al-Quran, yang dapat mendaji panduan,Nursalim, Broadcast 2010, BSI

Pancasila itu landasan dasar dari negara Indonesia. Pancasila sebagai pedoman dan sifatnya sangat mendasar (fundamental),Nanda Dwi Rusmiyanti, 2010-Administrasi Bisnis, UI

Pancasila adalah prinsip yang dibuat orang-orang ajaib, untuk menciptakan hal ajaib, dan sedang mengalami pendinginan di Republik yang semakin membuktikan bahwa itu hanya untuk Republik mimpi! Alika Khanza, Jurnalistik 2011, IISIP Jakarta

Menurut gue Pancasila itu corak khas/kepribadian kita. Ia adalah sesuatu yang merangkul semua kebudayaan yang ada,Senja Ayudia, Manajemen Komunikasi 2010, IISIP Jakarta

Pancasila adalah dasar dasar negara, landasan/hukum yang digunakan sebagan acuan dari keseluruan hukum yang berlaku di Indonesia,Muhammad Irsyad, Teknik Grafika dan Penerbitan 2010, Politeknik Negeri Jakarta

Pancasila itu ya menurut gua dasar negara Indonesia,Bathara Anwar, Jurnalistik 2011, IISIP Jakarta

Pancasila? Ya.. Falsafah hidup warga negara Indonesia,Mutiara Safitri, Multimedia 2011, Politeknik Media Kreatif

Pancasila adalah dasar negara republik Indonesia dan juga sebagai falsafah hidup dalam berbangsa dan bernegara baik dalam membangun dan mengembangkan bangsa dalam pergaulan internasional. Tapi kini seiriing berjalannya waktu, nilai Pancasila mulai pudar terbawa arus perubahan dan globalisasi di mana dalam setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sudah tidak atau kurang berlandandaskan Pancasila,Amarilis Nurdita Pawestri, Gizi 2010, Uhamka

Sebuah ideologi pastinya, hahaha.. Pancasila adalah ideologi bangsa indonesia, yang mengatur jalannya pemerintahan di Indonesia,Indah Lestari, DKV 2011, Unindra

Seharusnya sih Pancasila itu dasar negara yang berarti Indonesia harus berdiri di atas dasar dasar tersebut. Namun pada kenyataannya banyak yang disalah gunakan, bahkan juga banyak yang dilupakan, sekarang Pancasila hanya sebagai formalitas dasar negara, sekarang hanya beberapa orang yang benar benar mengerti makna dari pancasila tersebut,Dyah Kusuma, Teknik Grafika dan Penerbitan 2011, Politeknik Negeri Jakarta

Menurut gue di jaman yang sekarang Pancasila cuma pajangan yang ada di depan kelas gak ada gunanya sama sekali. Sekarang udah pada lupa tentang apa sebenernya itu pancasila dan fungsinya yg sebenernya,Ayu Rizky, Teknik Gigi 2010, Politeknik Negeri Kesehatan

Pancasila adalah ideologi yang hanya dimiliki bangsa Indonesia, sesuatu yang amat berharga karena tak dimiliki negara lain. Seharusnya kita bangga dengan itu,namun generasi muda sekarang sudah banyak yang tak peduli, Heri Susanto, Jurnalistik 2011, IISIP Jakarta

Ideologi bangsa, Pancasila, udah jarang berkumandang jadi sebagian masyarakat udah lupa sama lima dasar ideologi negara itu,Dwinita Puspitasari, Teknologi Informatika 2010, Universitas Gunadarma

Pancasila kan dasar negara, dasar hukum, cerminan bangsa, sama falsafah masyarakat Indonesia, ya harusnya dijaga terus. Ya, bener-bener dimaknai artinya, gak cuma heboh digembor-gemborin pas hari lahirnya pancaila,Dewi Susanti, Teknik Telekomunikasi 2010, Politeknik Negeri Jakarta


Sebenernya ideologi Pancasila tuh terlalu idealis, kurang cocok buat diaplikasikan pada masyarakat Indonesia, contohnya aja sila pertama. Kalo kata gue sih, seharusnya bukan ketuhanan yang maha esa, tapi kebebasan berkeyakinan dan beragama. Gak semua masyarakat Indonesia tau kan tentang bahasa sanskerta, mereka taunya esa itu satu. Jad lebih baik pake bahasa yang umum aja biar semua masyarakat bisa nyerna,Khaulah Fauzia Hasan, Psikologi 2011, Universutas Gunadarma 


Pancasila itu dasar negara yang dijadiin landasan negara itu berdiri. Pancasila juga dijadiin pencerminan sebuah bangsa bangsa, Indonnesia maksudnya! Tapi, kayaknya Pancasila cuma dijadiin pajangan doang sama ini negara. Yaa, menurut gw ya.. abis udah banyak yang kagak dilaksanin keyak sila ke-4, yang didengerin cuma pendapat orang berduit aja kan? Yaa.. istilahnya gak dijalanin,Yvonne Marchelyn Yulius, Pendidikan Matematika 2010, Universitas Islam Riau



Menurut gue sih Pancasila harus lebih diperjelas lagi. Kayak sila pertama, ketuhanan yang maha esa, itu gak jelas maksudnya. mungkin kalo yang makan sekolah sih kenal, tapi kalo yang gak sekolah, ya.. gak ngerti dia,Sunarti, Keperawatan 2010, Akademi Keperawatan Pasar Rebo

21 June 2012

Nasib Mayat yang Berlabuh di RSCM

Jakarta, 12 Juni 2012-Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) adalah salah satu pusat rumah sakit di Jakarta. Biasanya, korban dari suatu kejadian atau peristiwa di Jakarta langsung dibawa ke RSCM. Mayat-mayat yang ditemukan oleh polisi atau siapa saja dilarikan ke RSCM untuk ditindaklanjuti atau diotopsi.

Menurut dr. Djaja S Atmadja, dokter forensik RSCM, tidak semua mayat yang ada di kamar mayat RSCM dapat diotopsi, otopsi hanya bisa dilakukan bila ada permintaan dari pihak kepolisian.  Jadi mayat-mayat yang tidak jelas identitasnya dan kasusnya akan dikuburkan secara masal, pungkas dr. Djaja.

“Mayat yang tidak ada identitasnya akan disimpan di kamar mayat dengan tenggang waktu tida hari, jika tidak ada yang mencarinya maka mayat itu akan dikuburkan dengan cara Islam,” jelas Dedi, salah satu penjaga kamar mayat RSCM saat ditemui Rabu (23/5/2012). Pun ada orang yang mengenali mayat tak beridentitas, harus ada surat dari pihak kepolisian untuk membawa pulang mayat tersebut, lanjut Dedi. “Rata-rata mayat yang masuk ke RSCM memang mayat yang tidak ada identitasnya,” tutup Dedi.



12 June 2012

Supir Mengantuk, Taksi Menghantam Kijang


Jakarta − Kecelakaan antara taksi dengan mobil kijang terjadi di depan kawasan terpadu Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2012) sekitar pukul 21.30 WIB. Kejadian tersebut tidak sampai menelan korban jiwa, hanya beberapa orang yang terluka ringan.

“Kejadian bermula saat sebuah taksi yang tiba-tiba membanting kemudi ke arah kanan, lalu dari arah berlawanan kebetulan ada sebuah mobil kijang yang sedang berjalan, sehingga terjadi kecelakaan,” ujar seorang saksi mata, Djodhie, saat sedang diwawancarai.

Menurut Djodhie, supir taksi yang belum diketahui namanya, mengemudikan kendaraannya dalam keadaan mengantuk, sehingga taksi yang dikemudikannya menabrak mobil di dari arah berlawanan.

“Peristiwa kecelakaan tersebut langsung ditangani oleh security kawasan Rasuna Epicentrum, karena memang kebetulan kejadiannya di dekat pos security,” ujarnya. Supir taksi itu langsung dimintai keterangan oleh security yang menangani kejadian tersebut.