Pages

Showing posts with label resensi. Show all posts
Showing posts with label resensi. Show all posts

06 April 2013

At-Twitter: Google Menjawab Semuanya, Pidi Baiq Menjawab Semaunya



Judul       :               At-Twitter
Penulis    :               Pidi Baiq
Penerbit  :               Mizan
Terbit      :               Oktober 2012
Ukuran    :               208 halaman
Harga      :               Rp. 33.150,-

Masyarakat mulai meninggalkan perpustakaan dan beralih ke Google. Ternyata, Google kalah cepat dengan Twitter. Semua informasi terdapat di Twitter. Tapi, bila salah bertanya, Pidi Baiq akan memberikan jawaban sekenanya, yang polos dan ngawur.

12 June 2012

Mama, Jangan Pukul Aku...


Judul : Mama, Jangan Pukul Aku….
Penulis : Regina Clarinda
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Terbit : Februari 2012
Ukuran : i-xi 207 halaman
Harga : Rp. 60.000,-


Sebuah kisah nyata mengharukan yang dialami oleh penulis, Regina Clarinda, dalam menghadapi brutalnya penganiayaan (child abuse) oleh ibu kandungnya sendiri. Sejak berusia empat tahun ia disiksa, namun Regina tetap mempertahankan nyawa di tengah gencarnya ancaman pembunuhan dari ibu kandungnya sendiri. Rasa tertolak dan tidak dikasihi membuat Regina tumbuh menjadi seorang wanita dengan sisi emosi yang tak terkontrol. Sehingga ia sempat mengalami depresi berat yang berkepanjangan sampai terobsesi untuk mati. Di tengah itu semua, Regina berusaha untuk bangkit.

Buku ini memaparkan langkah-langkah efektif untuk membebaskan kita dari jeratan depresi. Penulis ingin berbagi untuk memberikan bimbingan bagi kita semua melalui pengalaman pribadinya sebagai seorang anak yang pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga secara brutal.

Regina Clarinda adalah seorang pengajar dan motivational speaker yang memiliki kerinduan untuk menolong orang-orang mengatasi kerusakan emosional dan luka batin mereka. Regina telah berpengalaman sebagai konselor pembimbing para penderita depresi untuk kesembuhan jiwa mereka, selama lebih dari sepuluh tahun.

Pengalaman pahitnya semasa kecil membawanya menjadi seorang yang kehilangan arah dan tujuan. Namun, dengan kegigihan hatinya, Regina masih dapat berbagi kepada sesama dalam hal gangguan kejiwaan. Buku ini berguna juga untuk para orang tua dalam mendidik anak agar anaknya dapat tumbuh menjadi seseorang yang memiliki sisi emosional yang matang.

Lonceng Cinta di Sekolah Guru


Judul : Lonceng Cinta di Sekolah Guru
Penulis : khairul Jasmi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Terbit : Maret 2012
Ukuran : 353 halaman
Harga : Rp 58.000,-


Di tengah kesibukan dalam belajar untuk menjadi seorang guru, Nunus, seorang pemuda yang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Guru atau SPG tetap memiliki sisi-sisi manusiawi yang perlu dimengerti. Nunus memulai perjalanan cinta dan hidupnya dari Sekolah Pendidikan Guru tersebut. Hingga pada akhirnya, SPG tersebut telah ditutup lantaran jumlah guru yang melimpah dan syarat untuk menjadi guru diperlukan gelar sarjana.

Novel karya Khairul Jasmi yang berlatar belakang pada medio 1980-an ini mengangkat sisi lain dari para calon pendidik generasi penerus bangsa. Dalam novel ini diceritakan perjalanan seorang pemuda dalam mengejar cinta yang tumbuh di tempatnya menuntut ilmu di sekolah guru. Khairul Jasmi menampilkan sisi manusiawi dari seorang calon pendidik.

Dalam novel ini juga dijelasikan ketidakmerataan pembangunan di Sumatra Barat pada decade 1960-an. Ketidakmerataan ini menyebabkan anak-anak di Minang harus berusaha lebih giat dala, mencari ilmu. Perjuangan anak-anak Minang dalam menapaki zaman “generasi intelektual” yang gagal dicapai orang tua mereka juga tak luput dari pemikiran Khairul Jasmi.

Khairul Jasmi memberikan pesan secara tersirat dalam novel ini bahwa guru adalah manusia biasa yang memerlukan rasa cinta.

23 April 2012

Semar Ngejowantah Mbabar Jati Diri

Judul        :               Semar Ngejowantah Mbabar Jati Diri
Penulis    :               Wawan Sujiyanto
Penerbit  :               Aryuning Media, Yogyakarta
Terbit      :               Agustus 2011
Ukuran    :               i-ix + 189 halaman
Harga      :               Rp 45.000,-

Manusia zaman sekarang sudah banyak yang kehilangan jati diri dan tidak mengetahui arti kebenaran yang sejati. Saat ini manusia hanya mengikuti pola pikir saja tanpa menggunakan hati nurani. Akal dan budi adalah seperangkat alat yang membedakan manusia dengan makhluk lain, jika salah satu hilang maka manusia dapat disejajarkan dengan hewan. Budi merupakan hati nurani yang senantiasa membimbing ke jalan yang benar.

Buku ini mengisahkan tentang ajaran sejati (Kejaten) yang diajarkan oleh Sang Hyang Ismoyo atau Kaki Lurah Semar Bodroyono dalam mengemban tugas dari Sang Hyang Wening atau Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai juru pamomong bagi manusia untuk mencari jati diri dan mengetahui makna dari kehidupan sejati. Manusia dilahirkan di dunia dengan kodratnya masing-masing, maka manusia harus menjalani kewajiban sesuai kodratnya dengan menggunakan hati nurani. Buku  Semar Ngejowantah Mbabar Jati Diri ini berisi ajaran-ajaran tentang kehidupan yang akan selalu mengingatkan manusia untuk selalu eling akan kodratnya masing-masing. Sayang,tata bahasa yang kurang tepat dan banyaknya kalimat-kalimat berulang akan membuat pembaca merasa jenuh pada bagian awal buku ini.

Buku ini merupakan hasil dari sabda dan perintah dari para sesepuh dan pinisepuh di tanah Jawa lewat wawancara gaib yang telah dilakukan oleh penulisnya, Wawan Sujiyanto. Wawan berharap dengan diterbitkannya buku ini, sudah dapat memenuhi perintah dari Sang Hyang Ismoyo dan para sesepuh yang lainnya.

Ngawur Karena Benar

Judul       :               Ngawur Karena Benar
Penulis    :               Sujiwo Tejo
Penerbit  :               Imania, Depok, Jawa Barat
Terbit      :               Maret 2012
Ukuran    :               248 halaman

Kata “berani karena benar” sudah tidak lagi spesial, sekarang istilah “ngawur karena benar” sepertinya lebih tepat untuk memberantas kepalsuan di balik kesopanan. “Ngawur karena benar” adalah jurus terakhir yang digunakan ketika kesopanan dan tata krama itu hanya untuk menutupi kepalsuan.

Dalam buku ini Sujiwo Tejo merumuskan cara untuk memberantas virus kemunafikkan yang sedang merajalela di Indonesia. Virus kemunafikkan ini bisa diberantas dengan cara yang urakan. Tapi, urakan itu berbeda dengan kurang ajar. Urakan adalah melanggar aturan termasuk aturanberpikir demi mengikuti hati nurani. Sedangkan kurang ajar itu melanggar aturan hanya untuk melanggar.

Buku ini akan menuntun kita untuk menemukan cinta sejati. Dimana kita menemukan cinta yang benar-benar cinta tanpa alasan, karena jika alasan itu muncul di dalam cinta, maka cinta itu berubah menjadi kalkulasi.
Buku yang berisi 37 naskah/artikel karya Sujiwo Tejo yang telah dimuat di berbagai media massa ini diharapkan bisa mengubah perilaku manusia yang menjaga norma kesopanan demi kepalsuan dan bisa memberikan pelajaran agar bangsa ini tidak menjadi bangsa yang munafik. Tapi, jika salah diartikan, maka manusia-manusia kurang ajar akan semakin merajalela.

Sujiwo Tejo sendiri berharap buku ini bisa dibaca oleh ibu Negara Ani Yudhoyono dan oleh pengguna jalan raya.