Sebagai anak muda yang pernah sok punk, tentu saja saya pernah mendengarkan lagu-lagu Superman is Dead (SID). Tapi, sebagai anak yang tinggal di pinggiran Jakarta, saya juga pernah (dan mungkin masih) mencintai dangdut cum koplo. "Gedung Tua", "SMS", adalah dua di antara lagu-lagu yang pernah mengisi waktu, ketika masih SMP kalau tak salah.
Blog pribadi yang berisi ide-ide subyektif di sana-sini, tergantung jari yang terus menari. Boleh komentar, namun biasakan baca sampai selesai. Boleh diambil, asal kuat iman. Ini bukan dalil, tak perlu dianggap serius. Kalau terlanjur serius, apa boleh buat.
Showing posts with label kontemplasi. Show all posts
Showing posts with label kontemplasi. Show all posts
07 December 2018
23 September 2018
Isu #3
Badannya besar, tinggi dan lebar. Ia tak gemuk, tapi tentu tidak kurus. Namun sulit mengatakan postur tubuhnya proporsional. Entah apa sebutan yang cocok untuk mencirikan bentuk tubuhnya. Memang tak sepatutnya dicirikan.
19 September 2018
Isu #2
Dalam perjalanan yang kesiangan menuju sebuah rumah di Jalan Cemara, Menteng, Jalarta Pusat, kerumunan di jembatan mengalihkan perhatian saya. Para pengendara motor yang berhenti menunggu kereta lewat, kepala saya semua mengarah ke kiri, melihat aliran kali. Kali Ciliwung.
17 September 2018
Isu #1
Dalam satu kesempatan, seorang wartawan bertanya pada salah satu kader dari partai pendukung Prabowo-Sandiaga. Pertanyaannya kira-kira begini, "Pak gimana kalau debat nanti pakai bahasa inggris?"
10 May 2018
Parodi
Dua bola matanya tak terlihat. Hanya dua garis sedikit lengkung dengan alis pendek yang terlihat. Kacamatanya tak bulat sempurna, bahkan tak sama antara kiri dan kanannya. Sedangkan dagunya yang berbentuk setengah lingkaran, seolah berusaha mengimbangi topi copetnya yang serupa eskrim cone.
08 May 2018
Ketidakpedulian
Seperti pameran-pameran lainnya di Galeri Nasional, saya bersama rekan-rekan sepekerjaan datang lebih awal daripada pengunjung manapun untuk melakukan tur mengamati sejumlah karya. Begitu pula yang terjadi sore itu, Rabu pertama di bulan Mei, hari setelah peringatan buruh sedunia.
Ayunan
Di beranda Facebook saya, beberapa teman menyebarkan video seorang bapak menendang anak-anak. Mungkin klean sudah nonton videonya. Mungkin juga belum. Biar nambah panjang tulisan, biarlah saya gambarkan isi videonya dengan kata-kata, alih-alih menyebarkan videonya.
25 May 2015
Kabar
Demi bunyi gelas yang bertemu sendok tukang es campur.
Dan suara botol-botol hijau pedagang mpempek.
Melalui kipas angin listrik yang selalu bolak-balik.
Ingin kutitipkan untukmu segenggam rindu.
Demi Riko yang agak murung melihat rencana nikahnya saat SMK kandas sudah.
Dan keponakannya yang menangis melihat bapaknya pergi beli makan.
Bak hitam plastik telah direbahkan agar bisa mandi di pukul setengah lima.
Demi suara latar lagu The Adams.
Dan suara gelisah menunggu balasan.
Juni semakin dekat,
meskipun tak harus hujan seperti sajak Sapardi.
Demi para pemancing yang tak membawa ikan pulang.
Dan nyanyian burung kenari berwarna kuning di dalam kandang.
Mobil-mobil melulu bising berlalu-lalang.
Demi Beni yang tak lagi menyapa dengan halo.
Dan kakak-beradik kecil terus memegang botol mineral.
Lewat daun melinjo muda, semoga kabarmu selalu tak jumawa.
Dan suara botol-botol hijau pedagang mpempek.
Melalui kipas angin listrik yang selalu bolak-balik.
Ingin kutitipkan untukmu segenggam rindu.
Demi Riko yang agak murung melihat rencana nikahnya saat SMK kandas sudah.
Dan keponakannya yang menangis melihat bapaknya pergi beli makan.
Bak hitam plastik telah direbahkan agar bisa mandi di pukul setengah lima.
Demi suara latar lagu The Adams.
Dan suara gelisah menunggu balasan.
Juni semakin dekat,
meskipun tak harus hujan seperti sajak Sapardi.
Demi para pemancing yang tak membawa ikan pulang.
Dan nyanyian burung kenari berwarna kuning di dalam kandang.
Mobil-mobil melulu bising berlalu-lalang.
Demi Beni yang tak lagi menyapa dengan halo.
Dan kakak-beradik kecil terus memegang botol mineral.
Lewat daun melinjo muda, semoga kabarmu selalu tak jumawa.
Mei, 2015
16 May 2015
Menulis
Sejak sebelum saya memutuskan untuk kuliah jurusan ilmu jurnalistik, saya meyakinkan diri untuk bisa menulis. Koran yang belum terbit jadi bahan bacaan saya setiap malam. Ini adalah amunisi, pikir saya.
Setelah masuk, saya sengaja ikut kegiatan teater. Bukan untuk jadi aktor. Tapi penulis. Adalah angan-angan Nano Riantiarno tentang Soe Hok Gie, yang membawa saya ke dalam teater.
Hebat benar imaji pendiri Teater Koma itu. Hanya dengan tulisannya, saya berteater. Demi bisa menulis.
Saya belajar menulis dari sebelum menduduki bangku di taman kanak-kanak, yang dulu dibayar dengan iuran kurang dari Rp 10.000 setiap bulan. Menulis bukan hal yang baru bagi saya, juga manusia. Menulis telah dilakukan jauh sebelum Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian, kalau kata Pramodya Ananta Toer. Oleh karena itu saya tetap meyakinkan diri untuk menulis.
Kritik adalah teman. Pandangan sinis merupakan anjing yang mesti dibiarkan oleh kafilah.
Tapi, menulis bukanlah proses yang mudah. Andreas Harsono berkata, menulis butuh tahu dan berani. Tahu tentang apa yang ingin kita tulis, dan berani menulis.
Kedua hal di atas adalah hal yang sangat memuakkan untuk memulai sebuah tulisan. Saya belum tahu banyak, namun cukup berani untuk menulis.
Tiga tahun lalu, sebelum menonton sebuah festival teater di Bulungan, kawan saya mengajak membuat proyek menulis. Setiap hari, sebulan tanpa henti. Saya setujui idenya.
Namun menulis berdua rasanya kurang mengasyikan. Kami mengajak seorang lagi. Berhasil.
Saya membuat blog, untuk arsip dan publikasi proyek kami.
Tujuannya, menafsirkan kebenaran. Aturan mainnya, tidak menulis dengan alasan apapun, wajib membayar denda yang tak sampai harga setengah bungkus rokok.
Tiga tahun sudah proyek itu berjalan. Setiap tahun kami menyisihkan 30 hari untuk menulis. Tentu dengan serba sok tahu dan sok berani.
Entah karena tujuannya yang teramat banal atau memang pengguna internet yang melulu syahwat, dari ratusan tulisan, setengah dari pengunjung blog kami hanya ingin tahu arti ngentot.
Betapa indahnya segala proses untuk keabadian ini.
08 January 2015
Mengenang The Adams
05 December 2014
Antara Desember, Hujan dan Beberapa Lagu untuk Menemaninya
Desember akan selalu dekat dengan hujan. Rasa gelisah, yang hadir ketika duduk diam memandang gemericik air membasahi tanah di luar jendela, itu akan selalu muncul saat Desember. Desember dan hujan selalu membawa kita pada khayalan, masa lalu, dan masa depan.
04 August 2014
Doa Pagi untuk Diana
Setiap awal doa, selalu aku ucapkan, "Selamat pagi, Diana." Entah apa yang membuat aku begitu nekat. Tak tahu pasti apa sebabnya. Yang pasti, doa itu telah terucapkan.
Dalam kotak masuknya, doa-doa ini terpanjatkan. Seluruh doa pagi yang tertulis tak henti-henti selama 30 hari. Tugas telah terselesaikan. Sesuai janji.
06 July 2013
Poppies Lane Memory dan Adegan Itu
Lirik lagu Poppies Lane Memory milik Slank selalu membawa saya melayang. Bukan. Bukan karena perempuan -toh perempuan yang melayang akibat saya. Lagu ini selalu membawa saya melayang menuju adegan menghisap sabu dari gagang bolpoin yang terisi mecin.
03 July 2013
Kontemplasi Singkat tentang Apalah Namanya
Ah, hidup memang merupakan ajang manusia untuk memilih. Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Nano Riantiarno (tokoh teater), kesenian dianggap sebagai hiburan. Begitu pula dengan teater, seperti juga ilmu pengetahuan dan agama, adalah hiburan. Ia sebebas langit. Mengapa teater? Mengapa kesenian? Mengapa bukan agama atau ilmu pengetahuan? Seperti yang sudah kami jelaskan, hidup adalah ajang membuat keputusan. Silakan ditimbang-timbang.
28 May 2013
Majalah Tempo Edisi Khusus: Tragedi Mei 1998-2013 (Wiji Thukul)
Majalah Tempo
mengangkat Wiji Thukul, seorang penyair yang hilang saat kerusuhan Mei 1998,
sebagai edisi khusus. Edisi khusus adalah sesuatu yang biasa digunakan oleh
Majalah Tempo. Wiji Thukul bukanlah penyair populer seperti Chairil Anwar, WS
Rendra, atau Sapardi. Namun ia sangat akrab dengan kalangan mahasiswa dan buruh
pada dekade 90an. Puisi-puisi Wiji Thukul dianggap memprovokasi para buruh dan
mahasiswa untuk melakukan demonstrasi.
03 September 2011
Maha Cerdas Tuhan Dengan Segala Ciptaan-Nya
Pernahkah anda berpikir betapa pintarnya Tuhan kita? Dengan telitinya, Dia menciptakan makhluk hidup dan segala pendmpingnya secara harmonis di alam semesta ini. Andai saja Tuhan lalai, pasti seluruh makhluk hidup akan resah akibat kelalaian Tuhan.
Kita Ini Manusia Atau Babi?
Seorang Khotib, saat memberikan ceramah solat Idul Fitri 1432H, mengatakan bahwa seekor kambing bersyukur kepada Allah karena dia diciptakan sebagai kambing bukan sebagai monyet. Namun, seekor monyet tetap bersyukur karena dia diciptakan sebagai monyet, bukan sebagai anjing yang najis. Tapi, anjing masih bersyukur karena tidak diciptakan sebagai babi yang memakan kotorannya sendiri. Babi pun tetap bersyukur karena tidak diciptakan sebagai manusia, karena manusia bisa lebih buruk dari seekor babi. Manusia seperti apa yang lebih buruk dari seekor babi? Tidak perlu dijelaskan, saya rasa kalian pun tahu jawabannya.
27 August 2011
5 Periode Sebelum Kiamat
1. Zaman Nabi
Periode ini adalah dimana Nabi Muhamad SAW hidup. Di periode ini kaum muslim hidup dalam kejayaan.
2. Zaman Para Sahabat Nabi
Di periode ini adalah zaman setelah Nabi Muhamad SAW meninggal dan para sahabat Nabi meneruskan ajaran Islam kepada umat.
3. Zaman Kerajaan
Zaman dimana raja-raja besar dari berbagai belahan dunia berkuasa hingga tarjadinya perang dunia.
4. Periode Kemunafikan
Saya rasa saat ini kita sedang berada dalam periode ini dimana kemunafikan merajalela dan akan semakin rusak ahklak manusia hingga datangnya...
5. Datangnya Keadilan
Nanti (insya Allah) saat datangnya periode ini dunia akan adil se-adil adilnya, dan semua harus bersiap untuk datangnya kiamat.
Jika terus saja menunggu kiamat, Niscaya kita tak akan menjadi berguna.
Periode ini adalah dimana Nabi Muhamad SAW hidup. Di periode ini kaum muslim hidup dalam kejayaan.
2. Zaman Para Sahabat Nabi
Di periode ini adalah zaman setelah Nabi Muhamad SAW meninggal dan para sahabat Nabi meneruskan ajaran Islam kepada umat.
3. Zaman Kerajaan
Zaman dimana raja-raja besar dari berbagai belahan dunia berkuasa hingga tarjadinya perang dunia.
4. Periode Kemunafikan
Saya rasa saat ini kita sedang berada dalam periode ini dimana kemunafikan merajalela dan akan semakin rusak ahklak manusia hingga datangnya...
5. Datangnya Keadilan
Nanti (insya Allah) saat datangnya periode ini dunia akan adil se-adil adilnya, dan semua harus bersiap untuk datangnya kiamat.
Jika terus saja menunggu kiamat, Niscaya kita tak akan menjadi berguna.
Catatan Kosong Kehidupan
Hhmm...membahas tentang makna dari hidup ini memang tidak akan ada habisnya, kecuali kematian datang untuk menghabisi nyawa kita. Kehidupan itu sangat misterius, kita bahkan tidak tahu dari mana asal kehidupan ini. Baik, memang saya terima bahwa kehidupan ini berasal dari Tuhan yang maha kuasa. Tapi, apakah ada di antara kalian yang dapat menjelaskan dari mana Tuhan berasal?
Pilih Mal Atau Kaki Lima?
Ada seorang, yah boleh dibilang seniman, yang berkata bahwa kota seperti Bogor belum pantas untuk memiliki mal sebesar itu (mungkin yang dimaksud adalah Botani Square atas insiden seorang wanita jatuh). Menurutnya, mal-mal tidak pantas merusak skala kota dan mematikan usaha pedagang lokal yang kecil. Mal-mal itu merupakan solusi mudah untuk memberikan citra walikota kepada warganya bahwa kota tersebut sudah maju, menurutnya. Dia mendambakan adanya deretan toko-toko menarik dan beragam yang orang-orang dapat berbelanja dalam udara terbuka. Bukankah sangat indah?
Subscribe to:
Posts (Atom)







