![]() |
Blog pribadi yang berisi ide-ide subyektif di sana-sini, tergantung jari yang terus menari. Boleh komentar, namun biasakan baca sampai selesai. Boleh diambil, asal kuat iman. Ini bukan dalil, tak perlu dianggap serius. Kalau terlanjur serius, apa boleh buat.
10 May 2018
Parodi
22 July 2015
Tanah
Menyusup lewat dahan kecil,
bersapa dengan daun tua
juga yang muda.
Aku adalah abu.
Yang keluar sejak matahari
belum tiba hingga puncak.
Menari di sela mata.
Aku adalah kabut.
Sebentar terlihat mata,
untuk kemudian menyatu
bersama udara.
Aku adalah pohon.
Menjulang tinggi dan rapuh.
Enggan bersahabat angin.
Menyendiri sampai ke ujung.
Aku adalah rimba.
Rimba yang penuh harimau,
harimau yang siap diburu
sekaligus memburu.
Tapi siapa engkau?
Menyusup melalui maya,
mematahkan segala
aku yang telah tiada.
Kini,
aku bukan angin,
bukan abu,
bukan kabut,
bukan pohon,
bukan rimba.
Aku telah tiada.
Aku menjelma tanah.
13 July 2015
Rahasia Kecil dalam Sepucuk Surat yang Lusuh
![]() |
| Ilustrasi: Istimewa |
25 May 2015
Kabar
Dan suara botol-botol hijau pedagang mpempek.
Melalui kipas angin listrik yang selalu bolak-balik.
Ingin kutitipkan untukmu segenggam rindu.
Demi Riko yang agak murung melihat rencana nikahnya saat SMK kandas sudah.
Dan keponakannya yang menangis melihat bapaknya pergi beli makan.
Bak hitam plastik telah direbahkan agar bisa mandi di pukul setengah lima.
Demi suara latar lagu The Adams.
Dan suara gelisah menunggu balasan.
Juni semakin dekat,
meskipun tak harus hujan seperti sajak Sapardi.
Demi para pemancing yang tak membawa ikan pulang.
Dan nyanyian burung kenari berwarna kuning di dalam kandang.
Mobil-mobil melulu bising berlalu-lalang.
Demi Beni yang tak lagi menyapa dengan halo.
Dan kakak-beradik kecil terus memegang botol mineral.
Lewat daun melinjo muda, semoga kabarmu selalu tak jumawa.
19 January 2015
Pagi yang Kutitipkan Salam
Hujan masih juga berdetak
Saling menyalip dengan waktu
Menggagahi satu dan yang lain
Pengeras suara masjid
tak juga mau berhenti,
tak bosan membisikki suara ibu
yang mengaji
Hanya pagi yang tak jumawa
Setia pada hari
untuk melanjutkan malam
Semalam, kita berbicara tentang rindu, sayang
Tentang aroma
yang aku dan kamu tak juga paham
Aku mengirim puisi dari Indian
Puisi yang berjanji,
sebelum pagi, engkau kujenguk
dalam tidur
Suara ibu yang mengaji telah padam
Telah berganti hujan
yang mulai serakah
Tak membiarkan detak jam lagi terdengar
Apakah semalam aku hadir dalam tidurmu, sayang?
Dan kita lanjutkan tentang rindu yang belum usai?
Lewat waktu, hujan dan pengeras suara
telah kusampaikan rindu, sayang, padamu
Pada pagi,
yang masih manantang malam untuk kembali
09 January 2015
Perempuan dalam Kepala
![]() |
| Ilustrasi karya Popo, yang pernah jadi ilustrasi cerpen "Perempuan Tua dalam Rashomon"Kompas (5/12/2011). |
03 January 2015
Cokelat
Menjadi cair
menjadi lumer..
Siang itu pukul satu
lewat kurang lebih
tiga puluh menit
30 December 2014
Parafin
hujan tak sempat mematikannya |
hanya sampai pada dedaunan |
yang rapat berbaris |
sebelum api mematikan dirinya sendiri ||
28 December 2014
Penyair Pemalu yang Abadi
20 November 2014
Rabu
ini jam sepuluh tepat
aku tersadar oleh bising
oleh waktu yang semalam.
31 October 2014
Hari-hari yang Tak Kunjung Tamat
Selalu..
Aku bisa merasakannya
dari balik jendela yang memang tak tertutup rapat..
30 October 2014
Orang-orang yang Hidup dalam Gua
Nyaman, melihat bayangan
dari luar masuk menghiasi..
Kita tak mau keluar,
terlalu empuk alas batu ini untuk ditinggalkan
04 August 2014
Doa Pagi untuk Diana
02 August 2014
Laksmi Tak Pernah Pulang
Ilustrasi: lentera-pembebasan
|
01 August 2014
Secangkir Kopi Pahit untuk Ayah
![]() |
| Kredit ilustrasi: di potonya udah ada. |
Sudah tiga cangkir kopi pahit ia habiskan. Ini cangkir keempat pagi itu. Sementara pikirannya masih berkelana entah ke mana.
25 July 2014
Aku, Kamu, Pram dan Mario
![]() |
copyright by bowo bagus*
|
24 June 2014
Realitas dalam Sastra
20 June 2014
Talu Pagi
Entah..
Lambat laun, menyergap
Merasuki sendi yang tadinya tertutup
Aku mendengar suaranya dari sini
Dari ujung gang yang sempit
Ujung gang yang pasti kendaraanmu harus terparkir di depan
Suara kuyup itu belum mau juga untuk melesat
Membayangi telinga, merusak..
Kali ini lebih keras
Memanggil denyut yang perlahan menghilang
Menghujam nanar kala embun tak lagi mau menempel
Sudikah kau akhiri semua?
16 June 2014
Sesosok Suara dari Timur Dekat
![]() |
| Buku Gambar Sketsa J. H. Dowd |









