Blog pribadi yang berisi ide-ide subyektif di sana-sini, tergantung jari yang terus menari. Boleh komentar, namun biasakan baca sampai selesai. Boleh diambil, asal kuat iman. Ini bukan dalil, tak perlu dianggap serius. Kalau terlanjur serius, apa boleh buat.
Showing posts with label kampus. Show all posts
Showing posts with label kampus. Show all posts
13 July 2015
Kopi
Saya menganggap kopi hanya sebagai teman bicara. Sungguh hanya teman bicara. Kalaupun diganti dengan susu atau teh, tak ada masalah.
Bagi saya kopi memang tak ada yang istimewa. Belum ada, lebih tepatnya. Sampai saat, semalam saya berkunjung ke sebuah kedai kopi kecil milik kenalan saya, Mirza Jaka Suryana.
03 March 2015
Penyusup
Foto: Bang Boim
Tahun 2011 saat itu bulan puasa. Setelah lebaran, banyak penyusup dari luar yang datang ke Jakarta. Untuk penghidupan yang lebih layak, pikirnya.
Di tahun 2011, di IISIP Jakarta, saat sedang diadakan KMP (bukan koalisi merah putih tapi kuliah minggu pertama) ada penyusup tertangkap kamera. Ia pakai sweater, dengan rambut belah tengah nanggung.
Saat ini, pria itu tercatat angkatan 2012 di IISIP. Lihai main kendang, juga kecapi. Oleh dosen walinya, Harun, ia disarankan untuk pindah kuliah. UNJ atau IKJ saja, kata Harun. Agar bakat seninya bisa lebih tersalurkan.
Namun perkara biaya, ia tetap berada di IISIP.
Setalah cuti semester kemarin, semester ini ia berniat untuk kuliah kembali. Tentu dia disambut oleh Harun dengan kata-kata yang sama.
"Mending pindah kuliah saja," usul Harun.
"Tapi bapak yang bayarin yak," jawab sang penyusup.
Percakapan selesai dan si penyusup 3,5 tahun silam itu akan kuliah kembali semester depan. Tentunya sambil bermain kecapi dan kendang di sela-sela jam kuliahnya.
Entah apa yang dilakukannya saat KMP 2011 di IISIP. Konon kabarnya, ia terhasut oleh kawan di sampingnya yang saat ini mirip Steven Seagal, untuk ikut KMP.
Dulu saya tak tahu ia pernah menyusup. Namun, setelah mencari-cari data, ternyata penyusup memang ada.
Dialah orangnya, Bagacuy.
05 January 2015
Membaca Realitas Lewat Jalanan
| Foto: Dok. Kaphac 32 |
SUASANA muram. Puluhan lampu 60 watt menyinari foto-foto yang tergantung rapi pada benang pancing dalam sebuah ruangan lembab. Atap plafon yang bolong sesekali membuat ruang pameran becek ketika hujan, semakin menambah dimensi kemuramam yang sudah tercipta. Sepetik kata-kata pada prolog yang ditulis oleh kurator pameran, Arbain Rambey, masih berputar-putar di kepala saya, ”...Inilah Jakarta, inilah Indonesia akhir-akhir ini.”
Adalah Ruang IV-6, ruang yang biasa digunakan untuk beristirahatnya mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta saat menunggu jam kuliah, yang diubah menjadi galeri pameran oleh Kampus Tercinta Photography Club (Kaphac) 32 dari 11-15 November lalu. Sebanyak 133 foto bertema “Jalanan” dipamerkan oleh 44 pameris, yang seluruhnya merupakan mahasiswa IISIP.
Adalah Ruang IV-6, ruang yang biasa digunakan untuk beristirahatnya mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta saat menunggu jam kuliah, yang diubah menjadi galeri pameran oleh Kampus Tercinta Photography Club (Kaphac) 32 dari 11-15 November lalu. Sebanyak 133 foto bertema “Jalanan” dipamerkan oleh 44 pameris, yang seluruhnya merupakan mahasiswa IISIP.
01 January 2015
Selayang Pandang Heterogenerasi
![]() |
| Semoga Berkah on stage (Dok. Kremmasi). |
Matahari sudah tenggelam. Hujan belum kelar. Saya memandang layar ponsel menunggu kabar.
28 September 2014
Cerita dari Pojok Ruang V-2
Saya menulis ini dengan emosi. Pasalnya, kegiatan untuk
berkarya dihalangi. Padahal Orde Baru telah lewat. Namun mentalnya masih
tertanam. Mental untuk memberangus kebebasan.
Jadi ceritanya, saya sedang melakukan latihan teater untuk
pementasan di Bulungan, dalam rangka mengikuti Festival Teater Jakarta Selatan.
Seperti biasa, satpam datang mendatangi ruangan tempat kami latihan untuk
segera menyudahi latihan. Saya berbicara sebentar dengan satpam tersebut, ia
mengerti dan memberi waktu tambahan. Saya melanjutkan latihan.
23 June 2014
Beranda Taman Seni: Ketika Seni Berdampingan dengan Perlawanan
| Foto: Fachrul Irwinsyah (Kaphac32) |
Kehidupan
di dalam kampus, yang ketika pukul delapan malam sudah dipaksa pulang,
adalah suatu yang (sangat) tidak mengasyikan bagi sebagian mahasiswa.
Mahasiswa membutuhkan tempat untuk menyalurkan hasrat mudanya dengan
berbagai kegiatan di luar kuliah, setelah dipaksa menyelesaikan 150 sks
(sistem kredit semester) dalam ruangan kelas dengan sirkulasi udara dan
cahaya yang seadanya.
01 April 2014
Caterva Dibekukan, Legitimasi BEM Dipertanyakan
Unit kegiatan mahasiswa (UKM) pecinta alam Caterva menerima surat keputusan dari rektorat Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta tentang pembekuan organisasinya. Diduga, pembekuan UKM Caterva akibat dari meninggalnya Helmy Dwi Aprianto saat sedang pendidikan di Gunung Salak, Januari lalu.
23 December 2013
Kisah Perkelahian dari Pojok Pos Bawah
Dok. Rahasia
Suara adzan Zuhur baru saja berkumandang. Langit yang mulai
menghitam tak kunjung mengeluarkan hujan. Siang itu (23/12) di pos keamanan,
tempat paling bawah di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta,
seorang petugas keamanan sedang berjaga melihat puluhan motor
yang terparkir ditemani kopi mendidih di gelas plastik.
22 November 2013
Membaca Eleven yang Sayang untuk Dibuang
Diambil dari sebuah proyek yang belum selesai...
Akhir pekan lalu, saya bertemu dengan dua mahasiswa yang menjalankan blog ini untuk pertama kali. Berkumpulnya kami, sebagai mahasiswa yang bergerak di media on-line, membahas seputar media kampus. Kebetulan saya diberi tahu oleh anak-anak Pos Bawah, bahwa terbitan Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (Himajur) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, Eleven terbit kembali. Langsung saja kami membelinya.
Akhir pekan lalu, saya bertemu dengan dua mahasiswa yang menjalankan blog ini untuk pertama kali. Berkumpulnya kami, sebagai mahasiswa yang bergerak di media on-line, membahas seputar media kampus. Kebetulan saya diberi tahu oleh anak-anak Pos Bawah, bahwa terbitan Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (Himajur) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, Eleven terbit kembali. Langsung saja kami membelinya.
14 November 2013
Disini Kita Berjumpa, Bukan di Kampus Tercinta
Kredit foto: Bewok Buletin Berisik
|
Suasana kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP)
Jakarta menjadi lebih cepat sepi. Tak seperti biasa, para keamanan kampus tidak
harus memaksa para mahasiswa keluar agar kampus sepi. Sepertinya, mahasiswa yang
biasanya diusir paksa, malam itu dengan sukarela meninggalkan kampus menuju
tempat di mana semua akan berjumpa.
27 June 2013
BEM Vakum, Biaya Kuliah Tidak Turun
Jakarta, 12 Juni
2013
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta sempat vakum periode 2011/2012. Namun, biaya kemahasiswaan untuk anggaran BEM tidak mengalami penurunan. Hal tersebut membuat sebagian mahasiswa mempertanyakan kemana uang mereka dianggarkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)






