Pages

12 June 2012

Menantikan Lahirnya Partai Penyalur Aspirasi Rakyat

Demokrasi adalah sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rayat. Demokrasi merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan bangsa. Namun pada kenyataannya, demokrasi telah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Filosofi demokrasi yang tadinya dari rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat telah berubah menjadi dari rakyat, oleh rakyat, untuk partai politik.

Masyarakat di saat-saat seperti sekarang ini seakan tidak dibutuhkan perannya oleh para elite politik. Oleh karena itu kepentingan rakyat sering terabaikan oleh para wakil rakyat di Senayan. Mereka lebih mengutamakan urusan partai politik yang telah membesarkan namanya dari pada membela rakyat yang menggajinya setiap bulan. Ini terbukti pada saat pembahasan UU Pemilu, para anggota dewan lebih mengutamakan kepentingan partainya masing-masing agar dapat keistimewaan khusus kepada partai-partai di parlemen dapat mengikuti pemilu 2014 tanpa harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu. Sedangkan mengenai bentuk pemilu yang ideal tidak banyak yang dijelaskan kepada masyarakat.

Kepentingan rakyat telah disepelekan oleh orang yang mengaku dirinya “wakil rakyat”. Rakyat hanya diberi harapan, mungkin dengan sedikit sogokan, saat pemilu berlangsung untuk memberikan suaranya. Setelah pemilu usai, para elite politik seakan lupa oleh janji-janjinya pada saat kampanye. Mereka tidak lagi mengurusi rakyat, tetapi mengurusi bagaimana caranya agar partai politiknya masih dapat ikut pemilu pada masa selanjutnya.

Partai politik pada dasarnya adalah tempat untuk menyalurkan aspirasi politik rakyat. Namun, dalam perkembangannya, rakyat yang ingin menyuarakan aspirasi politiknya harus berhadapan dengan idealisme partai politik tersebut. Rakyat yang telah masuk dalam sebuah partai politik mau tidak mau harus mendahulukan kepentingan partai politiknya daripada kepentingan masyaraat luas. Dengan kata lain, orang baik yang sudah masuk ke dalam lingkaran partai politik, akan sangat sulit untuk tetap bertahan menjadi orang baik.

Masyarakat saat ini telah muak oleh sandiwara-sandiwara yang dilakukan oleh para elite politik. Jadi, jangan salahkan masyarakat bila pada pemilu 2014 nanti suara yang golput akan semakin banyak. Masyarakat lebih memilih menjadi golput daripada harus memilih dengan terpaksa para oportunis yang ada dalam partai politik. Masyarakat memimpikan lahirnya partai politik yang benar-benar dapat menyalurkan aspirasinya.

No comments:

Post a Comment