Pages

19 January 2015

Pagi yang Kutitipkan Salam

Hujan masih juga berdetak
Saling menyalip dengan waktu
Menggagahi satu dan yang lain

Pengeras suara masjid
tak juga mau berhenti,
tak bosan membisikki suara ibu
yang mengaji

Hanya pagi yang tak jumawa
Setia pada hari
untuk melanjutkan malam

Semalam, kita berbicara tentang rindu, sayang
Tentang aroma
yang aku dan kamu tak juga paham

Aku mengirim puisi dari Indian
Puisi yang berjanji,
sebelum pagi, engkau kujenguk
dalam tidur

Suara ibu yang mengaji telah padam
Telah berganti hujan
yang mulai serakah
Tak membiarkan detak jam lagi terdengar

Apakah semalam aku hadir dalam tidurmu, sayang?
Dan kita lanjutkan tentang rindu yang belum usai?

Lewat waktu, hujan dan pengeras suara
telah kusampaikan rindu, sayang, padamu

Pada pagi,
yang masih manantang malam untuk kembali

No comments:

Post a Comment