Pages

02 May 2013

Kudeta Srimulat

Sinopsis:
Kekuasaan semakin sewenang-wenang, oposisi semakin banyak bicara. Kelompok oposisi ingin melancarkan kudeta kepada pemerintahan. Tapi, apalah daya.. kekuatan belum seberapa.

TOKOH:
Ratu: Pimpinan Kelompok Oposisi
Kapten Jono: Ajudan Ratu berasal dari Jawa (cerminan SBY, Prabowo, atau Suharto) yang keras kepala
Marsose Bejo: Otak dari rangkaian serangan yang akan dilakukan, karakter: ngocol
Teman Jono:
 
 
Di sebuah ruangan dengan cahaya yang samar, para petinggi kaum oposisi sedang mengadakan rapat untuk melancarkan serangan kepada pihak pemerintah. Mereka mengatur strategi untuk menggulingkan kekuasaan dan berharap terjadinya KUDETA. Lampu menyala perlahan.

Ratu
(sambil mengebrak meja) Keadaan ini gak bisa dibiarkan! Sudah sewindu lebih setahun dia berkuasa. Tapi, lihat rakyat kita! Masih pada miskin. Kita harus melakukan sesuatu.

Marsose Bejo
Melakukan opo, mbakyu?

Kapten Jono
Kita harus lancarkan serangan! Minta penguasa itu turun dari jabatannya sekarang juga! Hal seperti ini harus pakai aksi anarkis. Gak bisa pakai cara-cara lembek.

Marsose Bejo
Ya... melakukakan opo toh, Jon? Lah, kelompok kita aja baru seumur jagung. Paling banter ya, nyuruh mahasiswa itu, buat demo.. nanti kita kita tinggal ambil untungnya saja.

Ratu
Pokoknya kita harus melakukan sesuatu, melakukan kudeta! Rakyat harus dibela, kesetaraan harus diperjuangkan, ormas-ormas kampungan yang sering bikin macet itu apalagi, itu musuh utama saya. Tuntaskan semua! Berantas!!!

Kapten Jono
Iya! Tapi kita ini gak punya kekuatan. Kita mesti susun rencana untuk mengambil alih kekuasaan dari mereka. (Berpikir sejenak) begini, kita hasut mahasiswa, buruh-buruh di Cikarang, sama ibu-ibu rumah tangga di bantaran kali untuk melakukan aksi. Para penguasa itu ya pasti gelagepan melihat orang ramai kayak gitu. Kebetulan aku punya kenalan mahasiswa yang biasa ngumpulin massa. Nanti kalau sudah gelagepan, bagaikan ikan mujaer pergi ke daratan, kita ajukan tuntutan atas nama rakyat. Ambil baiknya, buang buruknya. Begitu kalau kata pak ustad waktu solat jumat.

Ratu
Ambil baiknya, buang buruknya bagaimana maksudmu?


Kapten Jono
Begini, kita ini harus mengumpulkan kekuatan massa untuk menyerang istana. Nanti istana itu pasti dijaga ketat pakai tank-tank militer, iya kan? Nah, kayak permainan catur, keroco-keroco ya suruh maju duluan. Anak-anak punk beserta anak jalanan kita hasut untuk lemparin batu ke polisi. Ribuan buruh dan petani di belakangnya kita provokasi untuk dudukin gedung-gedung pemerintah. Sebagian lainnya buat tembus barikade aparat. Kita cukup iming-imingi kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran atas nama rakyat saja. Mereka pasti terlena. Kalau sudah berhasil lolos, baru kita ambil kesempatan menjatuhkan penguasa. Yang mati biarlah mati. Dalam kudeta memang harus ada yang dikorbankan.

Marsose Bejo
Lha.. ini! Ini! Orang seperti ini yang selalu memanfaatkan kesempitan dalam kemasyarakatan yang adil dan beradab. Mau ditaruh mana nanti mukanya bu Ratu ini (sambil menunjuk ke arah Ratu)? Kalau warga Republik ini orang-orangnya seperti kamu semua, kapan mau majunya? Pikir! Pikir! (sambil menunjuk pantatnya sendiri)

Kapten Jono
Lho kok kamu marah-marah? Kamu ini baru masuk organisasi politik ya? Aku ini udah malang melintang di dunia politik dari mulai sekolah tinggi publisistem. Oraganisasi mana yang gak pernah aku masuki? Esia? Simpati? Paramex? Bodrex? Udah kujelajahi semua, sudah khatam aku. Semuanya ya menganut sistem ambil yang baik, buang yang buruk. gitu lho.. eh, ngomong-ngomong, nanti sampeyan ada acara gak? Nanti ikut aku dulu, aku ajari cara berpolitik yang baik dan benar. Aku ini nasionalis sejati. Kau meremehkan kemampuanku?

Marsose Bejo
Kalau nasionalis masih dianggap penting, Sukarno mungkin masih hidup saat ini, mas.. Masih mau jadi nasionalis?

Kapten Jono
Tentu. Selain nasionalis, aku ini kan cinta petani, cinta rakyat. Jadi kita ya harus membela rakyat, Jo.

Marsose Bejo
Suharto pun cinta sama petani, cinta rakyat, tapi ujung-ujungnya.. mblehhh... bikin kerajaan, tho? Ya sama seperti di sini ini! Di sini lho.. di dalam panggung ini, nanti para penonoton salah paham.

Kapten Jono
Yaudah, mulai saat ini aku ini pluralis.. aku akan membela kesetaraan agama, gender, ras, dan sebagainya, dan sebagainya..

Marsose Bejo
Gus Dur pun demikian, tapi MPR ya ndak percaya begitu saja.. ya akhirnya, jatuh juga... mau jadi opo meneh? Hah? Wes njadi pegawai negeri sipil aja.. Gajinya gede, tunjangan gede, masa tua terjamin.

Kapten Jono
Kamu ini benar-benar ngajak ribut?

Marsose Bejo
Loh, aku sih siap, mas’e.. tapi berkelahi itu dilarang sama agama. Aku kan hanya menyampaikan pendapatku. Kita ini hidup di zaman kemerdekaan pers. Semua orang bebas berpendapat. Supir angkot mau berpendapat kalau penguasa kita itu gembrot kayak semar, ya.. gak masalah!

Kapten Jono
Halaaaaaaahhhh... Sok tau kamu!

Marsose Bejo
Loh, ya namanya juga kudeta.. kita harus menanamkan nilai-nilai kebencian pada penguasa yang sedang berkuasa. Kamu ini ngarti ndak sih?

Ratu
Sudah! Sudah! Kita seharusnya menyiapkan strategi untuk menggulingkan pemerintahan, karena itu adalah sebuah keniscayaan! Sudah lama rakyat kita hidup dalam kebobrokan para penguasa. Jangan sampai ini terulang kepada anak cucu kita. Kita harus menyatukan people power untuk melawan kesewenang-wenangan ini. Pemerintahan harus dijatuhkan!

Marsose Bejo
Yasudah, sekarang kita bagi tugas! Aku kumpulin mahasiswa, buruh dari Cikarang dan warga miskin di bantaran kali. Kamu, Jon, kamu organisir massa lainnya.

Kapten Jono
Oke kalau tugasku cuma begitu. Aku ini jelmaan Gatot Kaca. Pasti aku bisa jadi pemimpin.

Marsose Bejo
Iya.. iya.. nanti kamu bakalan jadi pemimpin. Ini adalah jalan yang benar untuk jadi pemimpin. Sekarang laksanakan tugasmu, Jon.

Kapten Jono
Oke, aku akan laksanakan. Aku jalan duluan, aku mau cari temanku yang kerjanya ngumpulin orang untuk aksi. Assalamualaikum... (kapten meninggalkan ruangan rapat, namun sesaat ia masuk lagi) ehh... tapi kamu juga kumpulin massa yang banyak! Biar acaranya itu rame seperti free car day hari minggu itu lho, biar banyak wanita-wanita cantiknya. (sambil melipir kabur)

Marsose Bejo
Matamu!!!

Ratu
Lalu aku harus ngapain, Jo?

Marsose Bejo
Ibu ya cukup mengadakan konfrensi pers kepada sejumlah media. Ibu kan tau, media di republik ini kan pada ble’on.. eh ble’on.. blo’on maksudku. ini itu maen sikat, njadi berita, rakyat kelabakan.. kebanjiran informasi.. bwehehehe... asuu tenan!

Ratu
Lah ini jadi kapan kudetanya?

Marsose Bejo
Cari duit dulu, baru kudeta!!

Ratu
Lah terus ini kita mau ngapain?

Kapten Jono tiba-tiba masuk sambil menggandeng salah satu panitia.

Kapten Jono
Ini dia temanku yang tadi aku ceritakan!

Ratu
Bagus! Berarti rencana kudeta kita sekarang sudah lebih terang dari matahari!

Maersose Bejo
Ya ndaklah.. lagian kita ini mau kudeta opo? Wong mahasiswa sepi karena lagi pada ujian. Buruh masih seneng gara-gara upahnya dinaikin. Ibu-ibu dipinggir kali masih ademayem.. soale pas banjir kemaren mereka ditengok sama gubernur. Lah terus siapa yang mau bantuin kudeta? Wong media sekarang lagi pada mikirin baik-baiknya saja kok.. ndak berani melawan yang besar.

Kapten Jono
Jangan kuatir! Temanku ini sudah kawakan di gerakan aktivisme kadal. Dia jagonya main kadal-kadalan! Bener kan? (nanya ke temennya)

Teman Jono
(senyum-senyum)

Kapten Jono
Urusan ngumpulin massa itu ga perlu dipusingkan. Dia bisa membawa mahasiswa, buruh, dan sebagainya kita serahkan saja padanya. Dia bisa bawa berapa saja tergantung pesanan kita. Kanjeng Ratu tinggal tawar menawar harga.

Ratu
Tapi kita ini ga punya duit, Jon.

Kapten Jono
(Berpikir sejenak) hmmm...

Teman Jono
(cuma nyengar-nyengir sambil membetulkan pakaiannya)

Marsose Bejo
(sejenak melihat teman Jono) Aku tahu!

Ratu dan Kapten Jono mendekati Marsose Bejo dengan laku seperti mendesak untuk segera mengeluarkan idenya.

Marsose Bejo
Temanmu itu, nanti kita kasih jabatan! Kalau kita sudah berhasil kudeta, dia kita jadikan jubir aja. Juru bicara Kanjeng Ratu! Dengan begitu, artinya, kita melunasi hutang padanya yang telah mengumpulkan massa.

Kapten Jono
Wuissssss!!!!! Cerdas sekali idemu, Jo! Salut aku! Ternyata kamu punya otak politis juga!

Ratu
(tersenyum sumringah) nanti kalo aku jadi penguasa, pasti orang-orang yang ingin menghancurkan demokrasi, aku sikat semua. Mempertahankan demokrasi itu gak bias pakai cara demokrasi. Harus main tebas. Nanti kalo aku jadi penguasa, kamu semua pasti hidup enak. Pokoknya semua makmur.. bla.. bla.. bla..

Setelah mengucapkan semuanya, Ratu lalu diam sejenak.

Ratu
Tapi Jo... (berpikir dan kebingungan)

Bejo dan Jono menyimak. Bahkan teman Jono pun menyimak.

Ratu
Tapi... hmm.. hmmm.. tapi tapi tapi....

Bejo dan Jono
Tapi opo Kanjeng Ratu?

Ratu
Tapi kita mau kudeta siapa??? Memangnya siapa musuh kita??? Siapa yang telah membuat kondisi negara menjadi separah ini???

Marsose Bejo
Loh loh loh... Masa perlu aku kasih tau lagi? kudeta sopo? Tau gak? (bergantian menanyai ratu, kapten dan penonton)

Kapten Jono dan Ratu berbarengan mengangkat kedua bahunya dan saling bertatapan..

Marsose Bejo
Yaudahlah.. gak usah maen kudeta-kudetaan. Lagian kudeta itu resikonya besar.. nanti yang ada kita gak boleh tampil lagi.. udah sekarang gantian aja, itu temen-temen yang lain juga pada mau tampil. Kita udahan sampe di sini aja.. nanti yang lain gak kebagian waktu..

Ratu
Yaudah, tapi nanti kalau jadi kudeta kabarin aku ya..

Marsose Bejo
Mberess... yang penting pentas ini selesai. Yang mau kudeta, ya kudeta.. mending kita makan dulu yuk!


Lampu mati

nb: Telah diperbarui oleh May Rahmadi

No comments:

Post a Comment