Pages

07 January 2015

Apa yang Salah dengan Upacara Bendera Hari Ini?


GEDUNG tiga lantai itu nampak megah. Lonceng tanda upacara bendera secara otomatis membuat siswa-siswi berseragam putih-merah, lengkap dengan atribut dasi dan topi, berhamburan dari kelasnya menuju lapangan untuk berbaris. Bendera merah putih sudah berkibar. Upacara hari ini tidak seperti kegiatan rutin menaikkan bendera di setiap Senin pagi. Ada hal penting yang patut dirayakan dengan upacara.

Alih-alih menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, guru mereka datang bak dirigen handal memainkan kedua tangannya dan siswa-siswi bernyanyi lagu “TV, Jasamu Tiada...”

05 January 2015

Membaca Realitas Lewat Jalanan

Foto: Dok. Kaphac 32
SUASANA muram. Puluhan lampu 60 watt menyinari foto-foto yang tergantung rapi pada benang pancing dalam sebuah ruangan lembab. Atap plafon yang bolong sesekali membuat ruang pameran becek ketika hujan, semakin menambah dimensi kemuramam yang sudah tercipta. Sepetik kata-kata pada prolog yang ditulis oleh kurator pameran, Arbain Rambey, masih berputar-putar di kepala saya, ”...Inilah Jakarta, inilah Indonesia akhir-akhir ini.

Adalah Ruang IV-6, ruang yang biasa digunakan untuk beristirahatnya mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta saat menunggu jam kuliah, yang diubah menjadi galeri pameran oleh Kampus Tercinta Photography Club (Kaphac) 32 dari 11-15 November lalu. Sebanyak 133 foto bertema “Jalanan” dipamerkan oleh 44 pameris, yang seluruhnya merupakan mahasiswa IISIP.

03 January 2015

Cokelat

Sebentar kemudian, ia meleleh.
Menjadi cair
menjadi lumer..

Siang itu pukul satu
lewat kurang lebih
tiga puluh menit

01 January 2015

Selayang Pandang Heterogenerasi

semoga berkah
Semoga Berkah on stage (Dok. Kremmasi).
Euforia Natal belum selesai. Masih banyak pohon cerama berhias lampu-lampu yang menyala mesra. Belum lagi, hujan di bulan Desemeber yang semakin syahdu. Jumat ini adalah Jumat yang sempurna. Sempuna untuk tidur berdekap selimut dalam kamar yang hangat.

Matahari sudah tenggelam. Hujan belum kelar. Saya memandang layar ponsel menunggu kabar.

30 December 2014

Parafin

Api dari parafin itu sudah hampir habis |
hujan tak sempat mematikannya |
hanya sampai pada dedaunan |
yang rapat berbaris |
sebelum api mematikan dirinya sendiri ||