Pages

04 August 2014

Doa Pagi untuk Diana

Setiap awal doa, selalu aku ucapkan, "Selamat pagi, Diana." Entah apa yang membuat aku begitu nekat. Tak tahu pasti apa sebabnya. Yang pasti, doa itu telah terucapkan.

Dalam kotak masuknya, doa-doa ini terpanjatkan. Seluruh doa pagi yang tertulis tak henti-henti selama 30 hari. Tugas telah terselesaikan. Sesuai janji.

#1
Semoga kelelahan tidak mempengaruhi bibirmu untuk selalu mengayun senyum. #DoaPagi

#2
Semoga puaha hari ini tak menimbulkan iri hati. #DoaPagi

#3
Semoga bukan imsak yang membangunkanmu dari mimpi indah di taman sebelah. #DoaPagi

#4
Semoga engkau selalu memaafkan kesalahanku menulis namamu di pagi-pagi yang lalu dan kesalahan lainnya yang tak sempat diberikan permintaan maaf. #DoaPagi

#5
Semoga matahari ini dihidangkan dengan segenggam harapan dan senyum manis. #DoaPagi

#6
Sisakanlah manismu untukku berbuka puasa senja nanti dengan memandangi rautmu, #DoaPagi   

#7
Semoga aku tak bosan dan kamu pun tak terganggu dengan kata semoga, setiap pagi, selama tiga puluh hari. #DoaPagi

#8
Aku telah menemukan pagi, berkali-kali. Tapi belum juga bisa memahami. Ia masih dingin, seperti pisau yang tergeletak di atas keramik dapur semalaman. Hanya diam. Semoga ia tetap berdoa dalam diam. #DoaPagi

#9
Jangkrik itu masih bernyanyi, merdu. Deru kendaraan di jalan sudah tak terendus, sepi. Matahari belum mau mengintip, malu. Untukmu pagi akan segera kembali. Tak ada kata lain untuk berharap. Hanya semoga. Semoga... #DoaPagi

#10
Pagi ini nyamuk banyak sekali. Nyamuk. Makhluk kecil yang tak berguna itu. Atau mungkin ia mengajarkan kita  menampar diri sendiri? Agar tahu rasanya sakit? Apapun itu, kuatkanlah kami dari tamparan yang menyiksa ini. #DoaPagi

#11
Akhir-akhir ini aku sering mendengar berita tentang penjajah. Bukan, bukan penjajah berfisik tegap seperti Belanda atau bermata sipit seperti Jepang. Tapi penjajah kemanusiaan yang hidup dalam diri manusia. Lindungilah kami dari segala sifat penjajah yang merusak keheningan pagi. #DoaPagi

#12
Pagi ini aku kehabisan kata untuk berdoa. Ah, tatapan tajam di fotomu itu.. mengacaukan semesta dalam otakku. Semua kata, doa, aksara, seakan terhisap olehnya. Mungkin ini bukan doa, hanya rasa, ..entah apalah namanya. Aku hanya berharap, lindungilah manismu dari lebah yang singgah. #DoaPagi

#13
Pagi ini rasa duka Palestina. Dan kita hanya bisa iba. Semoga duka cepat berlalu. #DoaPagi

#14
Semalaman tadi aku tak terjaga. Dalam mimpi, aku menjumpai seorang pendeta. "Pagi ini akan menjadi bahagia," katanya. Berikanlah kami pagi yang bahagia, #DoaPagi

#15
Semalaman tadi aku ikut pengajian Emha Ainun Najib. Kenduri Cinta, namanya. Di sana, Cak Nun -sapaan Emha- mengajarkanku untuk menyebar cinta kepada kita yang sedang berselisih. Dan, kepada engkaulah, cinta darinya yang pertama kusebarkan. Karuniailah bangsa ini dengan cinta. #DoaPagi

#16
Kata-kataku sudah hampir menuju batas. Sudah waktu imsak.Berkahilah puasa ini dengan segala kebaikan. #DoaPagi

#17
Aku sedang kehilangan kata. Kukutipkan sebuah sajak untuk menggantikannya. "Semoga ada engkau dalam setiap engkau, semoga ada yang senantiasa terbang menembus silau matahari, memecah udara dingin," Sapardi Djoko Damono. #DoaPagi
#18
Beberapa hari ke depan akan jadi hari yang sangat membosankan. Ya, karena Piala Dunia sudah berakhir dan pemenangnya bukan Belanda. Ah, lebih baik cepat berdoa dan kembali menatap kasur. Berilah kami hari yang tidak membosankan di sisa-sisa Ramadhan. #DoaPagi

#19
Semalam aku melihatmu ada, namun ternyata tak ada. Aku ingin mengutip sekali lagi sajak Sapardi, "Semoga ada engkau dalam setiap engkau." #DoaPagi

#20
Di antara kemarin dan esok, tersedia doa untukmu. Karuniailah doa ini agar sampai kepada Tuhan yang tetap terjaga. #DoaPagi

#21
Semalam ada pesawat hilang yang katanya tertembak rudal. Selamatkanlah orang-orang dari jahatnya segala mesiu peperangan. #DoaPagi

#22
Kemarin adalah hari yang sangat dekat dengan kemalasan. Jauhkanlah hari ini, esok dan seterusnya dari rasa malas. #DoaPagi

#23
Jakarta mulai memasuki masa sibuknya. Ada yang ramai berbelanja di supermarket. Ada orang-orang panik menghadapi pengumuman pemilu. Ada mereka yang tak henti mengutuk Israel. Tapi aku ingin tetap di sini, Di. Berdoa. Berilah keberkahan pada akhir pekan ini. #DoaPagi

#24
Pagi ini aku ingin bercerita;

Bulan sudah ada di tempat yang seharusnya. Tepat di atas kepala. Malam ini, ia sangat penuh. Tak ada bayangan bumi di tubuhnya. Cahaya dari surya terpantul menuju sisi lain Bumi yang ditinggal matahari. Redup, melewati celah daun dan batang.

Suara angin menyuling tubuh dedaunan begitu nyaring terdengar. Jangkrik dan kodok bersahutan membuat lantunan kor yang riang. Gemericik air di tanah pun ikut bergoyang. Sepasang anak manusia ada dalam rimba hutan. Namun kedua anak manusia itu tetap diam.

“Apakah kita berdua bisa bicara sebentar?”

“Tentu. Memang apa yang ingin kau sampaikan?”

“Aku hanya ingin memulai sebuah percakapan.”

Semoga percakapan itu terus berlanjut. #DoaPagi

#25
Akhir-akhir ini banyak sekali kabar duka yang datang. Dan celakanya, kita tak bisa menghindar darinya. Kuatkanlah jiwa, pikiran dan hati dari segala macam duka yang menghampiri. #DoaPagi

#26
Kau tahu kalau ada penyakit malaria hitam? Konon, dulu di tengah rimba di Papua, ada nyamuk yang menyebabkan malaria hitam. Orang-orang takut penyakit itu. Katanya, kalau air kencingnya berwarna hitam, kematian akan datang. Semoga nyamuk itu tetap ada di tengah rimba, tidak di Jakarta. #DoaPagi

#27
Semoga keselamatan bersama orang-orang yang pulang kampung. #DoaPagi

#28
Semoga Jumat ini berkah. Amin. #DoaPagi

#29
Semalam aku membuat cerita, judulnya; Aku, Kamu, Pram dan Mario. Semoga kau mau membacanya. #DoaPagi

#30 
Seperti janji 30 hari yang lalu, ini adalah yang terakhir. Bulan puasa pun sudah di akhir. Awal dan akhir memang selalu berpasangan. Tapi semua tak akan pernah berakhir. Karena doa adalah energi. Energi itu tetap. Ia tak pernah bertambah, tak pernah pula berkurang. Konstan. Doaku akan selalu terpanjat dalam diam. Diammu adalah energi. Semoga semesta merestui. #DoaPagi

No comments:

Post a Comment