Ia datang padaku dengan terlambat,
ini jam sepuluh tepat
aku tersadar oleh bising
oleh waktu yang semalam.
Blog pribadi yang berisi ide-ide subyektif di sana-sini, tergantung jari yang terus menari. Boleh komentar, namun biasakan baca sampai selesai. Boleh diambil, asal kuat iman. Ini bukan dalil, tak perlu dianggap serius. Kalau terlanjur serius, apa boleh buat.
20 November 2014
31 October 2014
Hari-hari yang Tak Kunjung Tamat
Matahari itu muncul lagi
Selalu..
Aku bisa merasakannya
dari balik jendela yang memang tak tertutup rapat..
Selalu..
Aku bisa merasakannya
dari balik jendela yang memang tak tertutup rapat..
30 October 2014
Orang-orang yang Hidup dalam Gua
Kita adalah orang-orang yang hidup dalam gua
Nyaman, melihat bayangan
dari luar masuk menghiasi..
Kita tak mau keluar,
terlalu empuk alas batu ini untuk ditinggalkan
Nyaman, melihat bayangan
dari luar masuk menghiasi..
Kita tak mau keluar,
terlalu empuk alas batu ini untuk ditinggalkan
28 September 2014
Cerita dari Pojok Ruang V-2
Saya menulis ini dengan emosi. Pasalnya, kegiatan untuk
berkarya dihalangi. Padahal Orde Baru telah lewat. Namun mentalnya masih
tertanam. Mental untuk memberangus kebebasan.
Jadi ceritanya, saya sedang melakukan latihan teater untuk
pementasan di Bulungan, dalam rangka mengikuti Festival Teater Jakarta Selatan.
Seperti biasa, satpam datang mendatangi ruangan tempat kami latihan untuk
segera menyudahi latihan. Saya berbicara sebentar dengan satpam tersebut, ia
mengerti dan memberi waktu tambahan. Saya melanjutkan latihan.
04 August 2014
Doa Pagi untuk Diana
Setiap awal doa, selalu aku ucapkan, "Selamat pagi, Diana." Entah apa yang membuat aku begitu nekat. Tak tahu pasti apa sebabnya. Yang pasti, doa itu telah terucapkan.
Dalam kotak masuknya, doa-doa ini terpanjatkan. Seluruh doa pagi yang tertulis tak henti-henti selama 30 hari. Tugas telah terselesaikan. Sesuai janji.
Subscribe to:
Posts (Atom)