Hidupku, kuserahkan padamu..
Pada alam yang terus berevolusi
Pada burung yang berkembang biak di sarangnya..
Di atas pohon yang perlahan berubah menjadi bangunan
Hidupku untuk sebuah kepalsuan
Kepalsuan yang terasa nyata
Nyata yang berbuah imaji
Yang menjadi tujuan..
Ilusi!
Angin membawa jatuh daun yang berguguran
Matahari tak mampu untuk melawan kuasa
Dan.. manusia pun hanya berjalan mengikuti aliran sungai..
Sungai yang semakin keruh..
Semakin menjijikan untuk menjadi panutan
Burung itu keluar dari sebuah tembok..
Tembok yang bersinar, yang menghancurkan harapan
Palsu!
Hidup ini adalah kepalsuan para manusia..
Manusia yang maha tahu..
Yang maha esa..
Sesuatu yang indah hanya dalam kata-kata
Tak pernah datang untuk menjawab keresahan
Diam, menerima pesan, lantas tak memberi penjelasan
Dimanakah kebenaran absolut?
Dimana?
Kapan engkau datang menjemput tubuhmu yang mulai menua?
Sampai kapan?
Sampai kapan kebenaran akan datang?
Manusia-manusia putus asa semakin merajalela
Diam tanpa kata..
Aku adalah ilusi..
Hanya sebuah imaji bintik kehidupan yang tak jadi
Sebuah mimpi untuk menjadi materi
Namun, pada akhirnya..
Aku tetap hanyalah ilusi..
Carian nafsu dalam onani
Jakarta, 19 Juli 2012
No comments:
Post a Comment