Pages

15 January 2018

Konser Liam, Transfer Playmaker, dan Kekalahan City

Noel dan Liam. (Foto: Istimewa)
Sekitar 12 hari sebelum konser mantan berandalan Oasis digelar di Jakarta, Agustus 2017, berita kontroversial datang. Liam Gallagher batal konser karena salah atur jadwal. Padahal ketika itu di tempat saya bekerja, teman saya Ricad Saka telah mem-booking untuk meliput konser itu. Karena batal, ia pun tak kesampaian menonton idolanya yang merusak gitar kakaknya dan menyebabkan bandnya yang melegenda bubar.

07 January 2018

Menikmati Seni dan Ucapan Terima Kasih Setelah Kencing


Hari terakhir di 2017. Rengekan Siti Annisa dari sebulan sebelumnya berhasil membuat saya tak sempat meletakan badan di tempat tidur nyaman, di lantai dua kamar berantakan yang ada gambar Che Guevara-nya. Dari sebulan lalu, dia terus mengajak untuk ke Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN). Saya terpaksa tak tidur, menemaninya, menjadi orang paling artsy di muka bumi dengan berfoto di “Infinity Mirrored Room – Brilliance of the Souls” milik Yayoi Kusama.

24 December 2017

Semalam Suntuk Berdansa di Panggung DWP

Atraksi Steve Aoki di panggung Garuda Land, DWP 2017.
Jika pada malam pertama nama-nama DJ beken seperti Marshmello, Flume, Zatox, David Gravell, hingga Tiesto, tampil memukau di paggung Garuda Land, Cosmic Station, dan Neon Jungle, Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017, malam kedua DWP panggung Cosmic Station diubah menjadi Live Etc dan Neon Junggle menjadi Elrow Psichedelic Trip. Sementara panggung utama Garuda Land tetap berdiri kokoh di luar ruangan untuk tampilnya nama-nama besar seperti King Chain, W.W, DVBBS, Galantis, Steve Aoki, hingga Hardwel.

20 April 2016

Perwakilan Penambak Udang Datangi Komnas HAM



Perwakilan penambak udang Desa Bratasena Mandiri dan Adiwarna, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (18/4). Para penambak ini mengaku telah diperlakukan tidak adil dalam kemitraan bersama PT Central Pertiwi Bahari (CPB).

22 July 2015

Tanah

Aku adalah angin.
Menyusup lewat dahan kecil,
bersapa dengan daun tua
juga yang muda.

Aku adalah abu.
Yang keluar sejak matahari
belum tiba hingga puncak.
Menari di sela mata.

Aku adalah kabut.
Sebentar terlihat mata,
untuk kemudian menyatu
bersama udara.

Aku adalah pohon.
Menjulang tinggi dan rapuh.
Enggan bersahabat angin.
Menyendiri sampai ke ujung.

Aku adalah rimba.
Rimba yang penuh harimau,
harimau yang siap diburu
sekaligus memburu.

Tapi siapa engkau?
Menyusup melalui maya,
mematahkan segala
aku yang telah tiada.

Kini,
aku bukan angin,
bukan abu,
bukan kabut,
bukan pohon,
bukan rimba.

Aku telah tiada.
Aku menjelma tanah.


Sebelum Malang.